Siaran Pers PERSATUAN PERJUANGAN DELMAN BETAWI
>> Jumat, 17 April 2009
Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB)
Jakarta Animal Aid Network (JAAN)
Jakarta Animal Aid Network (JAAN)
Siaran Pers
Ketika DelmanTergusur Lagi
Ketika DelmanTergusur Lagi
Jakarta, 17-04-2009, Pendidikan rendah, tuntutan ekonomi, dan tuntutan meneruskan budaya yang menjadikan latar belakang, para kusir andong yang merupakan salah satu bagian dari budaya tradisional betawi yang mencoba bertahan di Jakarta dan mengalami nasib yang sama dengan kebudayaan betawi lainnya seperti yang mulai tergusur seperti tari topeng, gambang keromong, dan tjan ji dor . Andong betawi atau yang dikenal oleh masyarakat luas sebagai delman betawi adalah alat transprtasi yang mengunakan gerobak kayu dengan menggunakan roda kayu yang biasa digerakan Binatang Kuda sebagai tenaga penggerak. Alat transportasi ini menjadi bagian yang sangat penting dalam sejarah alat transportasi di Indonesia, dan menjadi ciri khas budaya betawi sejak ditemukan oleh Charles Theodore Deeleman, seorang litografer dan insinyur di masa Hindia Belanda. Dalam sejarahnya delman menjadi alat transpostasi yang sangat membantu dalam laju ekonomi di jakarta.
Dalam perkembangan modern Delman Betawi sudah jarang digunakan sebagai alat transportasi umum, karena sudah adanya kendaraan pengganti bertenaga mesin. Jasa Delman saat ini lebih banyak digunakan oleh masyarakat jakarta sebagai kendaraan wisata dan alat transportasi Budaya dalam perayaan Perkawinan atau Kitanan, namun jumlah tersebut tidak begitu banyak. Tempat wisata/ rekreasi yang menjadi simbol Jakarta seperti Monas menjadi tempat mangkalnya delman di penghujung minggu. Berdasarkan pendataan anggota yang dilakukan PPDB (Persatuan Perjuangan Delman Betawi) saat ini ada kurang lebih 50 delman yang beroperasi di kawasan wisata monas. Jumlah tersebut menurun tiga kali lipatnya di akibatkan adanya Surat Keputusan Pelarangan beroperasi di kawasan wisata pada tanggal 15 Juni 2007 dengan Nomor. 911/1.754 yang di tanda tangani langsung oleh Bapak DRS. MUHAYAT selaku Walikota Jakarta Pusat pada waktu itu. Dengan alasan yang ditak masuk akal yaitu “polusi” .dan digantikan kereta wisata yang beroperasi didalam kawasan monas dengan janji delman akan direlokasi agar lebih aman
Karena tidak ada kejelasan untuk bertahan hidup para kusir delman tetap beroperasi diluar kawasan Monas yang tidak dilarang ( red.Jalan Raya) yang mengundang bahaya dikarenakan ada salah satu routenya melawan arus lalu lintas, penertiban bergaya kekerasan pun di jalankan pemerintah daerah dengan cara yang tidak bijaksana yaitu petugas pamong praja mengunakan mobil menabrakan ke delman di jalan raya yang berisi penumpang hingga mengakibatkan kematian kuda dan luka-luka kusirnya pada tahun 2008. kejadian buruk di perparah dengan ditutupnya kawasan parkir IRTI Monas, bagi Delma, pada tanggal 13 April 2009, yang menjadi tempat naik dan turunnya penumpang dan tempat beristirahatnya delman
Jakarta Animal Aid Network ( JAAN ) bersama PPDB menyayangkan kejadian tersebut dan merekomendasikan agar sebaiknya pemda Jakarta mencari solusi yang bijak dan berdialog untuk mecari solusi.
Iswadi, Juru bicara dari PPDB menegaskan : “ini bukan sekedar masalah manusia yang bertahan hidup, ini masalah kami sebagai orang betawi serta budaya kami dimusnahkan secara pelan-pelan. Fauzi bowo sebagai orang betawi telah menghianati kami di tanah kelahiran kami untuk betahan hidup. Dengan ini PPDB meminta pemerintah daerah untuk menepati janji dalam melestarikan delman sebagai warisan budaya. kami ada tidak untuk di museumkan, seharusnya Pemda dapat melihat potensi kami sebagai duta transportasi wisata yang menarik , unik, dan bebas polusi bukan masyarakan betawi yang miskin yang tidak berpendidikan”
Benvika, Staff Riset dan Program dari JAAN Menegaskan : “JAAN memberikan dukungan penuh kepada PPDB untuk melestarikan budaya, dan saat ini sedang memberikan pelatihan peningkatan kapasitas kepada PPDB mengenai perawatan kuda dan medis satwa, selain itu juga JAAN siap memberikan dukungan pendirian shelter bagi delman di Monas apabila di Izinkan oleh Pemda”
Untuk informasi lebih lanjut :
- Iswadi, Sekretaris PPDB : 021.94383405/Cp.081807731979
- Benvika, Riset dan Program JAAN : 081310021616
- Gurbernur Provinsi DKI Jakarta : 021 3822957 / 3521627





0 komentar:
Posting Komentar