PENGETAHUAN
>> Minggu, 04 Oktober 2009
LAMINITIS PADA KUDA
Pada satwa kuda laminitis menjadi momok atau mimpi buruk, hampir semua kuda yang terkena laminitis akut mempunyai peluang hidup yang kecil untuk di sembuhkan. Apakah yang dimaksud dengan Laminitis?
Dalam usaha untuk meningkatkan kesejahteraan satwa di Indonesia, JAAN harus mengambil keputusan yang tegas dalam menerapkan kedisiplinan perawatan kuda. Hal ini menjadi penting dalam manajemen perawatan satwa , karena di khawatirkan suatu kasus dapat saja terjadi akibat perawatan yang salah, satwa yang bersangkutan dapat mengalami sakit yang tidak dapat disembuhkan atau satwa tersebut menjadi ancaman bagi satwa lain karena penyakit menular yang tidak dapat disembuhkan atau perilaku yang membahayakan manusia. Semua tindakan diambil dalam perawatan kuda dengan cara hati-hati dan dapat dipertanggung jawabkan.
Definisi sederhana dari laminitis adalah suatu proses inflamasi yang melibatkan lapisan dermal dan epidermal dari kuku, atau suatu penyakit yang disebabkan oleh kegagalan pertautan antara distal phalanx (coffin bone) dan dinding kuku dalam. Seekor kuda menderita laminitis waktu lamellae pada dinding kuku dalam, yang biasanya menangguhkan distal phalanx dari permukaan dalam kapsul kuku, mengalami degenerasi dan gangguan. Tanpa kedudukan distal phalanx yang semestinya, maka berat kuda dan arah pergerakkan tulang akan terdorong ke dalam kapsul kuku. Proses ini akan memotong arteri dan vena serta menghancurkan lapisan corium dari sole dan coronet, sehingga menyebabkan rasa sakit yang sangat dan kepincangan yang khas.
Pada dasarnya laminitis dapat disebabkan oleh faktor metabolik dan fisikal, seperti kelebihan karbohidrat dalam pakan (terlalu banyak pemberian biji-bijian dan rumput), kelebihan berat badan, masalah pada saluran pencernaan (radang usus), endotoxemia, kolik, stress/shock, terlalu lelah bekerja maupun pemberian konsumsi air dingin yang terlalu banyak saat kehausan.
Kebanyakan kasus laminitis berawal dari proses pencernaan yang buruk. Ketika makanan tidak tercerna sempurna pada bagian hindgut seekor kuda, asam dan toksin yang dihasilkan akan masuk dalam tubuh dan melalui aliran pembuluh darah menyebabkan kerusakan organ diseluruh tubuh. Bila pembuluh darah dan sel pada kaki terkena maka hal ini akan mengakibatkan penurunan aliran darah pada laminae dan akan menjadi bengkak (beberapa teori menyatakan bahwa toksin sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lapisan tanduk kuku dan hal inilah yang paling banyak menjadi penyebab laminitis). Kebengkakan atau inflamasi dari laminae berarti bahwa laminae tidak dapat melakukan fungsinya secara maksimal dalam menahan pedal bone pada posisinya sehingga mengakibatkan rasa sakit yang sangat. Sewaktu kondisi menjadi sangat buruk dan aliran toksin tidak dapat dikurangi kemudian kerusakan laminae akan menjadi lebih karena pertumbuhan tulang kaki yang terus menuju pada bagian sole dan pada akhirnya harus dilakukan euthanasia apabila sudah tidak dapat disembuhkan lagi demi kesejahteraan satwanya.
Pada kasus kuda medis satwa yang pernah ditangani oleh staff medis JAAN, dari beberapa hal penyebab laminitis yang tersebut diatas, kolik merupakan salah satu penyebab yang paling sering terjadi sehingga menimbulkan penyakit laminitis.
Pemberian pakan rumput sebaiknya di waspadai, pengecekan terlebih dahulu terhadap rumput apakah mengadung pestisida atau tidak, rumput yang mengadung pestisida sangat berbahaya pada satwa kuda dan ini memacu terjadinya kolik. Satwa Kuda yang mengalami kolik ketika sembuh sebaiknya di istirahatkan terlebih dahulu dalam beberapa hari. Dalam penanganan kolik sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter hewan.
Sejarah perawatan dan perlakuan sebelum satwa kuda terkena laminitis merupakan hal yang penting, untuk membantu pada proses penyembuhan pada satwa kuda yang terkena laminitis, proses penyembuhan satwa kuda yang terkena laminitis dilakukan dengan berbagai macam cara penanganan di antaranya adalah pemeriksaan menyeluruh mulai dari sejarah penyakit yang pernah diderita hingga bagaimana cara berdiri satwa kuda sehingga dapat menghasilkan diagnosa, penanganan yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian bandage/tekanan pada bagian sole agar mengurangi pertumbuhan tulang yang terus menuju ke arah bawah / bagian sole, perendaman kaki dengan antiseptik, dan pemberian obatnya harus berkonsultasi dengan dokter hewan.
laminitis pada kuda (1).
Kejadian laminitis pada kuda ini dapat dicegah lebih awal apabila pemilik kuda melakukan penanganan manajemen pemberian pakan kuda yang baik (seperti tidak memberikan hijauan rumput segar yang terlalu banyak), perawatan sepatu kuda yang baik (termasuk pemasangan sepatu kuda yang tepat), melakukan pengecekan medis menyeluruh dengan berkonsultasi ke dokter hewan dan tidak memaksakan kuda untuk bekerja terlalu keras terlebih untuk berjalan dipermukaan yang keras dalam waktu yang lama.
Sumber : Jakarta Animal Aid Nework
Pada satwa kuda laminitis menjadi momok atau mimpi buruk, hampir semua kuda yang terkena laminitis akut mempunyai peluang hidup yang kecil untuk di sembuhkan. Apakah yang dimaksud dengan Laminitis?
Dalam usaha untuk meningkatkan kesejahteraan satwa di Indonesia, JAAN harus mengambil keputusan yang tegas dalam menerapkan kedisiplinan perawatan kuda. Hal ini menjadi penting dalam manajemen perawatan satwa , karena di khawatirkan suatu kasus dapat saja terjadi akibat perawatan yang salah, satwa yang bersangkutan dapat mengalami sakit yang tidak dapat disembuhkan atau satwa tersebut menjadi ancaman bagi satwa lain karena penyakit menular yang tidak dapat disembuhkan atau perilaku yang membahayakan manusia. Semua tindakan diambil dalam perawatan kuda dengan cara hati-hati dan dapat dipertanggung jawabkan.
Definisi sederhana dari laminitis adalah suatu proses inflamasi yang melibatkan lapisan dermal dan epidermal dari kuku, atau suatu penyakit yang disebabkan oleh kegagalan pertautan antara distal phalanx (coffin bone) dan dinding kuku dalam. Seekor kuda menderita laminitis waktu lamellae pada dinding kuku dalam, yang biasanya menangguhkan distal phalanx dari permukaan dalam kapsul kuku, mengalami degenerasi dan gangguan. Tanpa kedudukan distal phalanx yang semestinya, maka berat kuda dan arah pergerakkan tulang akan terdorong ke dalam kapsul kuku. Proses ini akan memotong arteri dan vena serta menghancurkan lapisan corium dari sole dan coronet, sehingga menyebabkan rasa sakit yang sangat dan kepincangan yang khas.
Pada dasarnya laminitis dapat disebabkan oleh faktor metabolik dan fisikal, seperti kelebihan karbohidrat dalam pakan (terlalu banyak pemberian biji-bijian dan rumput), kelebihan berat badan, masalah pada saluran pencernaan (radang usus), endotoxemia, kolik, stress/shock, terlalu lelah bekerja maupun pemberian konsumsi air dingin yang terlalu banyak saat kehausan.
Kebanyakan kasus laminitis berawal dari proses pencernaan yang buruk. Ketika makanan tidak tercerna sempurna pada bagian hindgut seekor kuda, asam dan toksin yang dihasilkan akan masuk dalam tubuh dan melalui aliran pembuluh darah menyebabkan kerusakan organ diseluruh tubuh. Bila pembuluh darah dan sel pada kaki terkena maka hal ini akan mengakibatkan penurunan aliran darah pada laminae dan akan menjadi bengkak (beberapa teori menyatakan bahwa toksin sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan lapisan tanduk kuku dan hal inilah yang paling banyak menjadi penyebab laminitis). Kebengkakan atau inflamasi dari laminae berarti bahwa laminae tidak dapat melakukan fungsinya secara maksimal dalam menahan pedal bone pada posisinya sehingga mengakibatkan rasa sakit yang sangat. Sewaktu kondisi menjadi sangat buruk dan aliran toksin tidak dapat dikurangi kemudian kerusakan laminae akan menjadi lebih karena pertumbuhan tulang kaki yang terus menuju pada bagian sole dan pada akhirnya harus dilakukan euthanasia apabila sudah tidak dapat disembuhkan lagi demi kesejahteraan satwanya.
Pada kasus kuda medis satwa yang pernah ditangani oleh staff medis JAAN, dari beberapa hal penyebab laminitis yang tersebut diatas, kolik merupakan salah satu penyebab yang paling sering terjadi sehingga menimbulkan penyakit laminitis.
Pemberian pakan rumput sebaiknya di waspadai, pengecekan terlebih dahulu terhadap rumput apakah mengadung pestisida atau tidak, rumput yang mengadung pestisida sangat berbahaya pada satwa kuda dan ini memacu terjadinya kolik. Satwa Kuda yang mengalami kolik ketika sembuh sebaiknya di istirahatkan terlebih dahulu dalam beberapa hari. Dalam penanganan kolik sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter hewan.
Sejarah perawatan dan perlakuan sebelum satwa kuda terkena laminitis merupakan hal yang penting, untuk membantu pada proses penyembuhan pada satwa kuda yang terkena laminitis, proses penyembuhan satwa kuda yang terkena laminitis dilakukan dengan berbagai macam cara penanganan di antaranya adalah pemeriksaan menyeluruh mulai dari sejarah penyakit yang pernah diderita hingga bagaimana cara berdiri satwa kuda sehingga dapat menghasilkan diagnosa, penanganan yang dapat dilakukan yaitu dengan pemberian bandage/tekanan pada bagian sole agar mengurangi pertumbuhan tulang yang terus menuju ke arah bawah / bagian sole, perendaman kaki dengan antiseptik, dan pemberian obatnya harus berkonsultasi dengan dokter hewan.
laminitis pada kuda (1).
Kejadian laminitis pada kuda ini dapat dicegah lebih awal apabila pemilik kuda melakukan penanganan manajemen pemberian pakan kuda yang baik (seperti tidak memberikan hijauan rumput segar yang terlalu banyak), perawatan sepatu kuda yang baik (termasuk pemasangan sepatu kuda yang tepat), melakukan pengecekan medis menyeluruh dengan berkonsultasi ke dokter hewan dan tidak memaksakan kuda untuk bekerja terlalu keras terlebih untuk berjalan dipermukaan yang keras dalam waktu yang lama.
Sumber : Jakarta Animal Aid Nework



0 komentar:
Posting Komentar