skip to main | skip to sidebar
PPDB - SRMI

Kusir Delman Monas Demo Tuntut Bisa Beroperasi Kembali

>> Rabu, 30 April 2008

Jakarta (ANTARA News) - Sekitar 50 kusir delman yang tadinya beroperasi di Monas melakukan aksi unjuk rasa di depan Balai Kota Jakarta, Rabu, menuntut agar delman diizinkan beroperasi kembali di Monas.

Perwakilan Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB) kemudian ditemui Asisten Kesejahteraan Masyarakat Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Aurora Tambunan untuk menyampaikan tuntutannya tersebut.

Aurora menjelaskan bahwa saat ini pihak Pemprov DKI masih mengkaji bagaimana menghilangkan atau mengurangi polusi udara dari bau kencing kuda yang dikeluhkan oleh masyarakat pengunjung Monas.

"Ada survei terakhir, bau kencing kuda sangat mengganggu. Ternyata Monas nggak sama seperti yang dulu. Kalau dulu serapannya langsung ke tanah, sekarang tanah Monas telah mengalami pengerasan, jadi air kencing kuda tidak langsung diserap tanah. Dan kalau menguap baunya sangat menyengat. Banyak keluhan dari masyarakat yang berolah raga di sana, yang merupakan masyarakat Jakarta juga," kata Aurora.

Dinas Peternakan DKI disebut Aurora sedang juga melakukan kajian apakah bisa mengurangi polusi bau dari kencing kuda misalnya dengan memberikan pakan khusus, namun kajian itu juga belum selesai.

"Kita cari solusi yang lebih baik, tetapi sebelum ditemukan, tolong aturan (larangan beroperasi) itu diperhatikan," kata Aurora.

Delman dilarang beroperasi di Monas sejak bulan Juni 2007 dengan surat edaran Walikota Jakarta Pusat dan sejak itu, sebanyak 90 kusir delman yang tergabung dalam PPDB rutin melakukan aksi unjuk rasa tiap minggu menuntut untuk beroperasi kembali.

Kusir delman tersebut menolak adanya relokasi karena tempat lain dinilai tidak memberikan nilai ekonomis yang tinggi, tidak seperti Monas.

"Kami pernah ditawari beroperasi di Museum Fatahillah tetapi kami mencari tempat wisata yang banyak anak kecilnya. Museum Fatahillah itu hiburan orang dewasa, 17 tahun ke atas," kata Aceng, salah satu kusir.

Sementara itu, ormas Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) yang mendampingi para kusir delman itu menyebut bahwa Pemerintah harus dapat memberikan jaminan kesejahteraan kepada para keluarga yang kehilangan mata pencarian itu.

"Negara harus mengganti berapa uang yang dihasilkan tiap harinya oleh para kusir ini. Negara harus memberikan jaminan penghasilan," kata Iswadi dari SRMI.

Aurora menyebut bahwa pihaknya tidak dapat memberikan jaminan penghasilan tersebut dan berharap agar para kusir delman tersebut dapat beralih mencari mata pencarian yang lain.

"Seperti dulu waktu dihapuskannya becak, sempat ada protes. Namun para tukang becak tersebut sekarang dapat beralih pekerjaan sehingga bisa tetap mendapat penghasilan," katanya.

(*)COPYRIGHT © 2008

Sumber: AntaraNews

Label: Berita Utama

0 komentar:

Posting Komentar

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Mengenal PPDB


Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB) adalah organisasi massa yang berafiliasi langsung dengan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI). Organisasi ini dibentuk dan dilatarbelakangi dari sebuah kondisi yang tidak menguntungkan, dimana lokasi para kusir delman biasa mencari nafkah harus ditutup oleh pemerintah kota jakarta pusat. Pelarangan telah berimbas terhadap hilangnya mata pencaharian mereka dan berdampat terhadap beban hidup yang semakin sulit. Pelarangan membuat mereka harus kucing-kucingan dengan petugas satuan polisi pamong praja Satpol PP, SK dengan nomor surat: 911/1. 754 yang dikeluarkan pada tanggal 15 juni 2007 ditanda tangani langsung walikota jakarta pusat (Bapak Drs. H. Muhayat). Menjadi Ancaman dan landasan dimana Satpol PP untuk tetap mengusir para kusir delman di kawasan parkir monas. Tidak adanya pilihan membuat mereka tetap nekat beroperasi walaupun sudah jelas-jelas beresiko, hingga pada akhirnya pada pertengahan maret 2008 terjadilah insiden kekerasan yang dilakukan oleh Satpol PP dengan mengatasnamakan penertiban, dimana satu diantara mereka ditabrak satpol PP yang berakibat fatal (Kusir Delman Luka –luka, Satu Delman rusak berat dan satu Kuda Meninggal). Sepuluh bulan sudah mereka tidak dapat mencari nafkah, tanpa pernah tahu bagaimana nasib keluarga kalau mereka tidak dapat mencari uang. Dari awal itulah mereka mulai melakukan perjuangan untuk menuntut hak mereka atas kebebasan mencari nafkah. Diawali dengan menemui walikota dan wakil jakarta pusat yang baru menjabat, namun pertemuan tersebut tidak memberikan gambaran terang bagaimana nasib mereka ke depan. Sehingga mereka melanjutkan dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan pada tanggal 14 april 2008 dengan mendatangi kantor walikota jakarta pusat dengan menuntut walikota segera menjabut SK Pelarangan dan memperbolehkan mereka tetap beroperasi di kawasan monas, namun hasilnya tetap sama. Kemudian mereka melanjutkan dengan aksi-aksi berikutnya dengan mendatangi kantor gunernur DKI Jakarta yang dilakukan pada tanggal 22 april 2008, tanggal 29 april 2008 dan 12 mei 2008, perundingan demi perundingan sudah mereka lakukan namun hasinya tetap tidak menguntungkan posisi sais delman. Melihat sebuah kebutuhan dan pentingnya alat perjuangan akhirnya pada tanggal 25 juni 2008 di jakarta, mereka melakukan kongres untuk pertama kali dengan mendirikan organisasi yang bernama Persatuan Perjuangan Delman Betawi. Dengan berazaskan Demokrasi Kerakyatan dan mengakui Pancasila sebagai Dasar Negara dan Undang Undang Dasar 1945 sebagai Konstitusi Negara
Web Development
Web Development
Locations of visitors to this page Sitemap Generator XML Sitemap Generator
Web Development

  © Blogger template Werd by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP