DELMAN MONAS, PPDB: Kotoran dan Kencing Kuda Bisa Diatasi
>> Jumat, 26 Juni 2009
“Solusi yang diberikan Pemerintah Kota (Pemkot) hanya mengalihkan persoalan, tidak menyelesaikan masalah. Makanya kemarin masih terus demo karena menyangkut perut kusir dan keluarganya. Kalau memang persoalannya, kencing kuda di tempat baru pun sudah tentu ditolak. Ini harusnya dicarikan dulu solusinya,” kata Didi. Delman bagian dari ornamen kota dan ini salah satu budaya Betawi yang harus dilestarikan seperti di kota besar lain di dunia.
Sementara itu, Femke Den Haas dari Jakarta Animal Aid Netrwork (JAAN) berjanji akan membantu delman Monas yang sudah setahun digusur tak boleh operasi. “Larangan operasi delman hanya dengan alasan urine (kencing), itu soal kecil,” ucap Femke, warga Belanda yang hadir dalam pengukuhan pengurus PPDB (Persatuan Perjuangan Delman Betawi) di JMC Jakarta Pusat, Kamis (25/6).
Femke mengaku, delman-delman di daerah lain mendapat dukungan dari pemerintah daerah setempat seperti Yogyakarta atau daerah lain.
“Sri Sultan Hamengkubuwono itu sangat bangga menggunakan kereta delmannya yang ditarik kuda. Kenapa Jakarta, Pemdanya kurang perhatian. Padahal di Eropa pun delman juga dilestarikan sebagai salah satu alat transportasi yang ramah lingkungan. Kalau persoalan kotoran dan kencing kuda, itu soal kecil yang bisa diatasi,” kata Femke.
Karena itu, JAAN berjanji akan membantu persoalan delman terutama masalah kesehatan kudanya. “Saya akan koordinasi dengan Dinas Peternakan DKI untuk merawat kesehatan dengan biaya internasional,” tambahnya.
Dengan komitmen bantuan JAAN, harusnya Pemda malu. “Orang luar negeri saja memberikan perhatian dan bantuan, Pemda kok tak peduli,” katanya. Karena itu, ia akan menggaet perguruan tinggi, JAAN dan Dinas Peternakan DKI untuk duduk bersama mencarikan solusi mengatasi kencing kuda agar delman Monas tetap bisa beroperasi.
Sementara Kabid Hubungan Kelembagaan Kesbang (Kesatuan Bangsa) DKI Jakarta, Iwan Bandarnata dalam acara pengukuhan mengatakan, persoalan kencing atau kotoran kuda sebaiknya dibicarakan antara para kusir dengan dewan pembina. “Saya akan sampaikan pesan dewan pembina ke gubernur,” tambahnya. (Yon Parjiyono)
Sumber: Suara Karya





0 komentar:
Posting Komentar