Lagi, Delman Monas Akan Ditertibkan

>> Senin, 12 Oktober 2009

Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat (Pemkot Jakpus) dalam waktu dekat ini akan menata kembali kawasan Monumen Nasional (Monas). Selain ratusan pedagang yang berjualan di lapangan eks IRTI, puluhan delman yang beroperasi di sana pun akan ditertibkan. Khusus untuk delman, kemungkinan pekan depan sudah mulai ditertibkan.

Rencananya, seluruh kusir delman akan diarahkan beroperasi di kawasan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) atau Ancol. Sementara, untuk pedagang di kawasan IRTI Monas akan direlokasi ke Gedung Sentra UKM Waduk Melati, Tanahabang atau Pasar Senen Jakarta Pusat. Saat ini tercatat, ada 316 pedagang yang menempati lapangan eks IRTI Monas.

Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, memastikan, dalam waktu dekat akan menata kembali kawasan Monas. Langkah awal akan menertibkan delman yang beroperasi. “Monas sekarang ini kan sedang berbenah diri, jadi mohon pengertian pada semua pihak. Kalau memang keberadaan delman mengganggu, maka bisa jadi akan ditertibkan,” katanya, Rabu (25/3). Ia mengungkapkan, rencana tersebut kemungkinan akan direalisasikan pekan depan.

Nasib sama juga harus dialami ratusan pedagang yang selama ini berjualan di kawasan eks IRTI Monas. Mereka juga akan ditertibkan dalam waktu dekat ini. Saat ini tercatat ada sekitar 316-an pedagang yang setiap harinya berjualan di sana. Nantinya, mereka akan direlokasi ke tempat yang telah disediakan seperti di Pasar Senen dan penampungan pedagang di Waduk Melati, Tanahabang.

Kepala UPT Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Benyamin Bukit mengatakan, masalah delman di Monas akan dibahas dalam rapat koordinasi pada Jumat (27/3) mendatang di kantor walikota Jakarta Pusat. Menurutnya, penertiban delman kemungkinan dapat dilakukan mulai pekan depan. Apalagi saat ini ia telah mendapatkan instruksi dari Asisten Pemerintahan Provinsi DKI untuk segera melakukan penertiban. “Kita akan bekerja sama dengan Satpol PP DKI untuk menertibkan delman di Monas,” lanjutnya.

Sementara, Kasudin UKM dan Perdagangan Jakarta Pusat, Johan Afandi mengatakan, penataan terhadap para pedagang sebenarnya sudah dilakukan. Jika sebelumnya banyak pedagang yang menginap di kiosnya masing-masing, maka saat ini dipastikan sudah tidak ada lagi. “Sekarang sudah tidak ada lagi pedagang yang tidur di tempat dagangannya. Semuanya harus pulang, tidak ada yang menginap,” ungkapnya.

Sumber: BeritaJakarta.online (Penulis:Nurito)

0 komentar:

Posting Komentar

  © Blogger template Werd by Ourblogtemplates.com 2009

Back to TOP