Program Peningkatan Kesejahteraan Kuda Delman Jakarta
>> Senin, 27 April 2009
Program ini dimulai sejak bulan Januari 2009 sebagai respon dari masukan yang kami terima dari masyarakat yang resah atas kesejahteraan kuda terutama kuda penarik delman di Jakarta, apalagi sejak insiden penabrakan mobil ke arah andong berisi penumpang yang mengakibatkan kematian kuda dan luka-luka kusirnya pada tahun 2008.
Kuda-kuda delman hidup dalam kondisi yang amat menyedihkan. Terutama dikarenakan keterbatasan pengetahuan pemilik dan desakan ekonomi yang menjadi faktor utama kesengsaraan kuda-kuda tersebut.
Penarik delman menjalani profesinya dikarenakan beberapa hal, misalnya keterbatasan lapangan pekerjaan dan budaya pekerjaan yang turun temurun, bukan karena pengetahuan yang mereka miliki mengenai kuda.
Hal itu menyebabkan banyaknya cara-cara pemeliharaan dan perlakuan yang jauh dari apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang perawart kuda. Kuda-kuda tersebut sering mengalami kram kaki karena harus menempuh jarak minimal 4 km sekali putaran. Jam kerja mereka adalah jam 4 pagi-9 malam.
Ketika kuda sakit, dipercaya bahwa penyebabnya adalah angin dalam tubuh dan metode untuk menghilangkan angin tersebut adalah dengan membuat lubang pada tubuh kuda yang tentu saja sangat menyakitkan dan menyebabkan infeksi. Ketika kuda luka, area yang terbuka akan diberi tumbukan merkuri yang akan segera membaut luka kering, karena bubuk merkuri bersifat panas namun zat merkuri dapat merusak organ tubuh dan menyebabkan kanker. Kuda yang tidak mau berjalan karena sakit kaki akan disiram air mendidih sehingga kuda itu terpaksa bergerak,
Mereka juga hidup dalam kandang pas badan . Mereka berdiri diatas kotoran dan lingkungan yang kotor, sehingga kuda2 itu sendiri jijik tdak mau duduk. Kapan mereka duduk? Mungkin hampir tidak pernah.
Di alam bebas kuda senang duduk, berguling dan meregangkan kaki, namun mereka tidak bisa melakukan itu. Sekedar bisa duduk pun adalah kemewahan untuk mereka. Bayangkan betapa sakit dan tertekannya kehidupan kuda-kuda tersebut.
Dan ketika mereka sudah sakit dan tidak bisa menarik delman lagi, mereka akan disembelih untuk konsumsi.
Hal yang terbaik bagi kuda-kuda tersebut memang dengan melepaskan mereka dari perbudakan delman tersebut, namun banyak faktor2 terkait lain terutama budaya dan desakan ekonomi yang belum memungkinkan untuk menjangkau kondisi ideal tersebut.
Dengan segala keterbatasan yang ada, JAAN mengusahakan perbaikan nasib kuda-kuda tersebut melalui berbagai aktivitas pelatihan dan bantuan kepada pemilik delman serta kerjasama dengan PPDB ( Persatuan Perjuangan Delman Betawi). Selain kunjungan bantuan medis reguler kepada kuda-kuda delman, JAAN juga bekerjasama dengan Arthayasa stable untuk memberi pelatihan kepada para penarik delmanmengenai cara perawatan kuda serta pelatihan P3K untuk kuda dan juga workshop perawatan kuda.
Selain itu juga JAAN melakukan pendekatan legislatif melalui walikota DKI Jakarta mengenai kejelasan status delman di Jakarta. Salah satu kendala terbesar dalam program ini adlaah ketidakjelasan status dan pendataan delman di Jakarta, sehingga kejelasan status dan regulasi delman yang jelas akan menjadi krusial dalam penanganan program peningkatan kesejahteraan kuda delman.
Semua aktivitas ini berjalan secara reguler dan berkesinambungan.
Kuda-kuda delman hidup dalam kondisi yang amat menyedihkan. Terutama dikarenakan keterbatasan pengetahuan pemilik dan desakan ekonomi yang menjadi faktor utama kesengsaraan kuda-kuda tersebut.
Penarik delman menjalani profesinya dikarenakan beberapa hal, misalnya keterbatasan lapangan pekerjaan dan budaya pekerjaan yang turun temurun, bukan karena pengetahuan yang mereka miliki mengenai kuda.
Hal itu menyebabkan banyaknya cara-cara pemeliharaan dan perlakuan yang jauh dari apa yang seharusnya dilakukan oleh seorang perawart kuda. Kuda-kuda tersebut sering mengalami kram kaki karena harus menempuh jarak minimal 4 km sekali putaran. Jam kerja mereka adalah jam 4 pagi-9 malam.
Ketika kuda sakit, dipercaya bahwa penyebabnya adalah angin dalam tubuh dan metode untuk menghilangkan angin tersebut adalah dengan membuat lubang pada tubuh kuda yang tentu saja sangat menyakitkan dan menyebabkan infeksi. Ketika kuda luka, area yang terbuka akan diberi tumbukan merkuri yang akan segera membaut luka kering, karena bubuk merkuri bersifat panas namun zat merkuri dapat merusak organ tubuh dan menyebabkan kanker. Kuda yang tidak mau berjalan karena sakit kaki akan disiram air mendidih sehingga kuda itu terpaksa bergerak,
Mereka juga hidup dalam kandang pas badan . Mereka berdiri diatas kotoran dan lingkungan yang kotor, sehingga kuda2 itu sendiri jijik tdak mau duduk. Kapan mereka duduk? Mungkin hampir tidak pernah.
Di alam bebas kuda senang duduk, berguling dan meregangkan kaki, namun mereka tidak bisa melakukan itu. Sekedar bisa duduk pun adalah kemewahan untuk mereka. Bayangkan betapa sakit dan tertekannya kehidupan kuda-kuda tersebut.
Dan ketika mereka sudah sakit dan tidak bisa menarik delman lagi, mereka akan disembelih untuk konsumsi.
Hal yang terbaik bagi kuda-kuda tersebut memang dengan melepaskan mereka dari perbudakan delman tersebut, namun banyak faktor2 terkait lain terutama budaya dan desakan ekonomi yang belum memungkinkan untuk menjangkau kondisi ideal tersebut.
Dengan segala keterbatasan yang ada, JAAN mengusahakan perbaikan nasib kuda-kuda tersebut melalui berbagai aktivitas pelatihan dan bantuan kepada pemilik delman serta kerjasama dengan PPDB ( Persatuan Perjuangan Delman Betawi). Selain kunjungan bantuan medis reguler kepada kuda-kuda delman, JAAN juga bekerjasama dengan Arthayasa stable untuk memberi pelatihan kepada para penarik delmanmengenai cara perawatan kuda serta pelatihan P3K untuk kuda dan juga workshop perawatan kuda.
Selain itu juga JAAN melakukan pendekatan legislatif melalui walikota DKI Jakarta mengenai kejelasan status delman di Jakarta. Salah satu kendala terbesar dalam program ini adlaah ketidakjelasan status dan pendataan delman di Jakarta, sehingga kejelasan status dan regulasi delman yang jelas akan menjadi krusial dalam penanganan program peningkatan kesejahteraan kuda delman.
Semua aktivitas ini berjalan secara reguler dan berkesinambungan.
0 komentar:
Posting Komentar